Baru Buka Usaha Dua Bulan, Pemuda Ini Dapat Jalan-jalan ke Singapura

Muhamad Ali Yafi
Muhamad Ali Yafi

MALANG, MALANG DAILY ** Muhamad Ali Yavi (23), Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) ini bisa dibilang penuh dengan inovasi dan tekad yang gila dalam memulai usahanya. Bagaimana tidak, dia mampu pergi jalan-jalan ke Singapura dengan ciri payah usahanya yang baru ia geluti kurang lebih dua bulan ini.

Yavi penggilan akrabnya, menggeluti usaha minuman yang ia beri nama Coklat Rumput Laut (Coklut). Minuman yang berbahan dasar coklat dengan ditambah rumput laut sukses ia geluti sampai membuka 22 cabang yang tersebar di Malang, Surabaya, Gresik, Madura, Bojonegoro dan Banyuwangi. Usaha ini berangkat dari prinsipnya yang “Kuliah Itu Hanyalah Proses Mencari Jatidiri”, Yavi merasa menemukan passionya di wirausaha. Ide untuk menjadikan Coklut sebagai usahanya berawal dari kristalisasi renunganya saat usaha dia sebelumnya yakni Java Teh kurang sesuai harapanya. Banyaknya orang pendatang di Malang utamanya Mahasiswa menjadi cikal bakal pemikiranya menjadikan Coklut sebagai Brand utama.

Mengapa memilih Singapura sebagai tempat jalan-jalanya, Yavi bertutur “Saya salut pada negeri berlambang Singa tersebut, warganya yang tekun dan tak ingin membuang waktu dengan percuma membuat saya ingin melihat secara langsung ke negera tersebut. Berawal dari hal itu saya harus banyak menabung agar dapat ke sana, yakni dengan passion saya sekarang sebagai wirausahawan”.

Yavi mengaku miris melihat anak muda zaman sekarang, ingin memiliki uang tapi malas untuk bekerja. Dia juga bertutur banyaknya sarjana pengangguran karena hanya memiliki misi menjadi PNS, kerja kantoran, kerja santai uang banyak serta takut capek dan mencoba hal baru. Padahal rumus untuk hidup sehjahtera dan berkecukupan adalah niat, usaha dan do’a. usaha yang ia geluti ini memang banyak menyita waktunya, dia harus mengurus dari awal proses produksi sampai ke pemasaran mengingat pegawainya yang hanya tiga.

Selain di bilang wirausahawan muda, Yavi juga dapat di sebut socialpreneur karena selalu menyisihkan penghasilanya yang mencapai 5 Juta per bulan untuk anak Yatim Piatu di Panti asuhan. Saat di Tanya kenapa, Yavi menjawab “Rejeki yang Allah titipkan ke saya, ada sebagian rejeki orang lain juga. Sudah sepatutnya saya untuk menjaga amanah tersebut.”

Yavi berharap pemuda zaman sekarang tidak takut untuk mencoba apa yang selama ini di impikan, karena dari mimpi itulah manusia akan memiliki semacam roadmap hidupnya akan mengarah kemana.