Coban Talun, Pesona Alam Yang Berkhasiat

Cuban Talun Malang (Foto: .gopixpic.com)
Cuban Talun Malang (Foto: .gopixpic.com)

Malang, MALANG DAILY ** Menelusuri tepian jalan utama wilayah barat Malang , tepatnya di Kecamatan Pujon, Desa Bendosari; Kita akan menemukan salah satu lukisan alam karya Sang Pencipta seluas 266,23 Ha. Lukisan alam ini bertema air terjun, dengan hamparan sawah yang menghiasi sekelilingnya. Warga sekitar biasa menyebutnya sebagai air terjun  coban sewu.

Disamping terkenal karena khasiat penyembuhannya, tempat ini juga merupakan tempat yang cukup populer yang sering dijadikan tempat persinggahan atau peristirahatan sekaligus tempat pariwasata oleh para wisatawan lokal dan domestik. Tidak ada biaya apapun yang dikeluarkan ketika berkunjung ke tempat ini, kecuali retribusi parkir kendaraan yang dikelola oleh penduduk setempat sejumlah ….(rupiah)

Untuk memasuki area ini pengunjung harus melewati sebuah jembatan gantung yang melintang  kurang lebih sepanjang 20 meter di atas sungai Konto. Jembatan ini menyimpan sebuah kisah unik. Konon ada sekelompok orang pengunjung berhati mulia yang berasal  dari Kota Pahlawan. Ketika berada di kawasan tersebut, mereka melihat sebuah jembatan rusak aibat terjangan banjir, akhirnya mereka pun bernazar sesuai dengan nazarnya masing-masing. Walhasil nazar yang dibuat berbuah nyata,sehingga sebagai ungkapan rasa syukurnya dibangunlah jembatan gantung baru.

Di lokasi air terjun ini juga telah dibangun sarana toilet dan kamar mandi serta sebuah Padepokan atau balai bernama Sapto Pratolo. Penggagas pembangunan sarana tersebut adalah seorang tionghoa yang merasa sangat bersyukur kepada Tuhan karena telah sembuh dari sakit yang diderita setelah rutin melakukan terapi di Air Terjun Coban Sewu.

“Nah, jika kebetulan anda sedang dalam perjalanan menuju Wilayah Barat Malang, seperti Kota Jombang atau Kediri, atau sebaliknya bagi anda yang sedang menuju Kota Batu atau Malang, ada baiknya sesekali anda singgah sejenak di air terjun ini untuk melepas penat serta kebisingan kota,” Ujar Irnin M. Airyq salah satu jurnalis MD.