Hari Nusantara Sebagai Tonggak Kemandirian Bangsa

Dekan FPIK UB, Prof. Dr. Ir. Diana Arfiati, MS (MalangDaily/Foto: Agan Sasongko Aji)

Malang, MALANG DAILY ** Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya Prof.Dr.Ir.Diana Arfiati,MS. Menilai peringatan Hari Nusantara yang jatuh pada tanggal 13 Desember adalah tonggak kemandirian bangsa lewat misi Kemaritiman yang selama ini di gaungkan oleh Presiden Joko Widodo di rezim kepemerintahanya sekarang.

“Menurut saya, momentum Hari Nusantara ini harus di dukung oleh seluruh warga negara agar misi kemaritiman terealisasi sehinga menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia yang sesungguhnya terealisasi. Hal ini dapat dilakukan oleh pemerintah dengan mengoptimalkan energy ombak, pasang surut, mineral, transportasi dan perdagangan. Karena melihat sekarang, kapal-kapal luar negeri lebih memilih bersandar ke pelabuhan Singapura daripada ke Indonesia yang sarana prasarana pelabuhanya termasuk kebersihan jauh lebih baik ketimbang Indonesia,” ujar Diana saat di wawancarai MalangDaily, Senin (15/12/14).

Peringatan Hari Nusantara yang tercetus saat Deklarasi Djoeanda pada tanggal 13 Desember 1957 oleh Perdana Menteri “Djuanda Kartawidjaja” yang secara geopolitik dan geoekonomi memiliki arti yang sangat penting, karena merupakan proklamasi kesatuan aset kewilayahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan menjadi simbol kesatuan wilayah dan kedaulatan laut Nusantara.

Untuk mencapai misi Kemaritiman perlu memperhatikan sarana prasarana yang menunjang agar kebijakan yang diterapkan ini dapat terealisasi dengan segera, Diana mengatakan “Produk perikanan Indonesia secara kualitas dan kuantitas sangatlah layak untuk di ekspor, namun kebersihan lingkungan yang kurang membuat konsumen negara lain enggan untuk membeli. Bayangkan saja, banyaknya orang ataupun pabrik yang membuang sampah ataupun limbah di sungai maupun laut sehinga mencemari perairan dan ikan maupun biota lainya, hal ini yang seharusnya kita perhatikan semua agar misi kemaritiman di Indonesia tercapai”.

Kerjasama pemerintah dan masyarakat sangat penting agar misi kemaritiman yang di gaungakn sejak awal dapat tercapai, serta Peringatan Hari Nusantara bukan hanya menjadi kegiatan momentual semata, melainkan menjadi tongak bangsa Indonesia menuju negara maritim yang sesungguhnya.

 

 

One thought on “Hari Nusantara Sebagai Tonggak Kemandirian Bangsa

Comments are closed.