Kuliah di Malang Untuk Kembangkan Potensi Lokal

Latif Dwi Nuryanto
Latif Dwi Nuryanto

MALANG, MALANG DAILY ** Kerja Keras Adalah Cara Terbaik Untuk Bersyukur, inilah prinsip hidup yang dimilki pemuda asal Sidoarjo bernama lengkap Latif Dwi Nuryanto (21), Mahasiswa Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan Universitas Brawijaya yang sukses berwirausaha dengan mengangkat potensi lokal daerahnya, Sidorajo.

Terlahir dari keluarga biasa-biasa saja, membuat Latif memutuskan untuk hidup mandiri dengan berbisnis. Ayahnya yang sekarang tidak bekerja lagi, menjadikan Latif harus memutar otak untuk membiayai kuliahnya. Hal ini menjadi titik balik hidup Latif untuk menjadi mandiri dalam hidup supaya dapat membahagiakan orang tuanya sebelum terlambat.

Sejak SD kelas empat Latif sudah menekuni bidang wirausaha dengan berjualan Ikan Hias di sekolah dan sekeliling kampungnya. Di usia tersebut Latif juga sudah ikut ayahnya bekerja membenahi AC, Kulkas, TV maupun barang elektonik di rumah-rumah langganan ayahnya. Hal ini adalah salah satu langkah kesuksesan Latif sampai sekarang ini.

“Saya Memilih bisnis Distro dengan mengangkat potensi khas lokal Sidoarjo berangkat dari kesenangan saya terhadap sejarah dan hal-hal klasik. Sidoarjo memiliki sejarah dan potensi yang besar untuk di kembangkan, selain itu kebanyakan orang Sidoarjo khususnya para pemudanya lebih menggandrungi brand luar dari pada produksi dalam negeri, padahal secara kualitas produk kita hampir sama, banyak dari kita yang mulai terkena efek westernisasi”, tutur Latif saat di wawancarai MalangDaily, Kamis (18/12/2014).

Brand yang Latif buat ini dinamai B.A.U DELTA (Bandeng Ambek Urang), saat di tanya mengapa memilih nama tersebut menjadi brandnya, Latif menjawab “Nama B.A.U adalah sentilan untuk Lumpur Lapindo yang sampai sekarang semburanya belum usai, banyak teman sekolah saya menjadi korban akibat sempuran lumpur panas tersebut”, berbagai produk seperti baju, jaket, mug, gelang, topi, ganci yang ia buat semuanya bertema khas Sidoarjo.

BAU_malangdaily
Produk B.A.U DELTA

Bisnis Distro yang baru berumur dua tahun ini banyak mendapat apresiasi dari kalangan swasta maupun pemerintah. Sampai saat ini Latif sering mengisi Seminar dan Pelatihan Kewirausahan maupun Pemasaran di Kampus, Dinas ataupun Komunitas usahawan di Sidoarjo maupun luar sidoarjo. Kerjasama dengan Dinas Pariwisata dan Dinas Perindustrian Perdagangan Kabupaten Sidoarjo yang ia bangun selama ini membuahkan hasil sehingga produknya dapat dikenal luas oleh masyarakat.

Dalam memulai usahanya, Latif sering menemui kendala-kendala yang sempat mengurungkan niatnya untuk menekuni Distronya ini. Selain modal yang selalu menjadi kendala wirausahawan muda seperti dia, pengurusan Hak Cipta produk juga sangat berbelit dan terkesan di persulit oleh birokrasi. Akan tetapi Latif tak patah arang untuk tetap melanjutkan misinya ini karena dia yakin dengan brand lokal yang ia bawa akan membuahkan hasil yang sangat besar buat dirinya pribadi dan daerahnya.

Nabilah, Beby dan Delima JKT48 saat membeliproduk B.A.U
Nabilah, Beby dan Delima JKT48 saat membeli produk B.A.U

Saat di tanya bagaimana memanajemen Distro dan karyawanya agar tetap laku di pasaran Latif menjawab Konsep yang matang, Desain handal dan segmentasi pasar yang jeli. Selain itu evaluasi tiap bulan dan rekreasi para karyawan juga wajib dipertimbangkan agar psikologis para karyawanya tetap semangat dalam berkarya dan inisiatif dalam produk yang di munculkan oleh B.A.U DELTA.

Latif juga berpesan kepada pemuda zaman sekarang agar tidak mudah putus asa dalam mencoba segala hal. “Apalagi kalau Mahasiswa, yang namanya mencoba berwirausaha itu bukan pasca lulus, tapi dimulai sekarang saat masih kuliah. Jikalau mencoba pasca lulus, yang ada malah akan malu karena gengsi dengan titel sebagai sarjana yang disandang tapi kerjanya malah jualan dengan hasil yang belum tentu besar”, tutur Latif.

Meski sudah memiliki penghasilan 2 Juta lebih per bulan, sampai sekarang Latif ingin mewujudkan mimpi sosialnya, yakni memberdayakan anak-anak jalanan ataupun orang lapas agar hidupnya memiliki skill demi menunjang keseharian hidupnya lewat usaha yang ia miliki dengan memberi pelatihan dan praktek langsung.