Pagelaran Wayang Kulit Mewarnai Perayaan Malam Tahun Baru 2015 Di RRI Malang

Pagelaran Wayang Kulit

MALANG, MALANG DAILY ** Ditengah ramainya masyarakat indonesia, komunitas, instansi swasta, stasiun televisi merayakan tahun baru dengan menggelar konser musik. Berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Radio Republik Indonesia (RRI) Malang. RRI Malang yang terletak di JL. Candi Panggung 58 Mojolangu menggelar pagelaran wayang kulit pada perayaan tahun baru kali ini. Pagelaran yang dimaksudkan untuk merayakan pergantian tahun baru 2015 merupakan kegiatan yang sangat baik untuk mempertahankan seni budaya Indonesia. Tidak hanya itu, kegiatan tersebut juga dapat dimaksudkan untuk memperkenalkan seni budaya kepada anak-anak bangsa secara langsung.

Wayang kulit telah diakui oleh UNESCO sejak tanggal 7 November 2003 sebagai karya kebudayaan yang mengagumkan dan warisan yang indah dan berharga milik Bangsa Indonesia .

Wayang merupakan salah satu puncak seni budaya bangsa Indonesia yang paling menonjol di antara banyak karya budaya lainnya. Budaya wayang meliputi seni peran, seni suara, seni musik, seni tutur, seni sastra, seni lukis, seni pahat, dan juga seni perlambang. Budaya wayang, yang terus berkembang dari zaman ke zaman, juga merupakan media penerangan, dakwah, pendidikan, hiburan, pemahaman filsafat, serta hiburan.

Berbagai versi bermunculan terkait kapan tepatnya wayang kulit itu sendiri lahir. Kemunculannya memiliki cerita tersendiri, terkait dengan masuknya Islam Jawa. Salah satu anggota Wali Songo menciptakannya dengan mengadopsi Wayang Beber yang berkembang pada masa kejayaan Hindu-Budha. Adopsi itu dilakukan karena wayang terlanjur lekat dengan orang Jawa sehingga menjadi media yang tepat untuk dakwah menyebarkan Islam.

Menurut penelitian para ahli sejarah kebudayaan, budaya wayang merupakan budaya asli Indonesia, khususnya di Pulau Jawa. Keberadaan wayang sudah berabad-abad sebelum agama Hindu masuk ke Pulau Jawa. Walaupun cerita wayang yang populer di masyarakat masa kini merupakan adaptasi dari karya sastra India, yaitu Ramayana dan Mahabarata. Kedua induk cerita itu dalam pewayangan banyak mengalami pengubahan dan penambahan untuk menyesuaikannya dengan falsafah asli Indonesia.