Ecoreeftech, Teknologi Hijau untuk Menyelamatkan Terumbu Karang

hasil 2MALANG, Malang Daily ** Indonesia merupakan negara yang terletak pada pusat segitiga terumbu karang  (the coral triangle) yang memiliki tingkat keanekaragaman yang tinggi. Seiring berjalannya waktu, kondisi terumbu karang di Indonesia mengalami degradasi yang cukup mengkhawatirkan. Laju kerusakan terumbu karang di berbagai perairan Tanah Air semakin pesat terjadi, dengan taksiran terumbu karang yang masih dalam kondisi baik hanya 6,2 persen dari total 60.000 km persegi. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor antara lain tingginya pemanfaatan oleh manusia dan kerusakan akibat bencana alam Kata Munandar mahasiswa FPIK UB di Malang, Sabtu (21/03)

Kondisi ini membuat mahasiswa ini, M. Aris Munandar, Doni fakih F, Nurul Mutmainah berupaya untuk merehabilitasi ekosistem terumbu karang, agar kembali menjadi surga tempat tinggal para ikan yang menjadi salah satu sumber pangan manusia. Maka dari itu mereka membuat inovasi konservasi terumbu karang melalui konsep fish and coral sanctuary. Konsep teknologi ini memadukan antara pemeliharaan habitat ikan dan terumbu karang dalam menjaga ekosistem yang ada di laut.

Teknologi itu adalah ecoreeftech (ecology of coral reef habitat technology) merupakan teknologi hijau yang memanfaatkan bahan alami (tempurung kelapa) sebagai media untuk penempelan larva planula karang sampai menjadi koloni individu baru (terumbu). “Karena tempurung kelapa sangat melimpah di Indonesia dan biaya penerapan teknologi ini jauh lebih murah daripada berbagai teknik lain yang pernah dikembangkan,” Ujar mahasiswa yang akan mengikuti Kompetisi ITEX Malaysia 2015 itu. Selain itu, kami memperkenalkan konsep “Ecososmi (Ecology, Social and Economics)”. Konsep pembangunan ekonomi masyarakat dari segi sosial dan kepedulian lingkungan, salah satu metode budidaya rumput laut Sargassum sp dan teknologi habitat rumah ikan dengan penerapan inovasi Fishco Hitech. Tujuan dari implementasi teknologi ini adalah pengabdian masyarakat untuk menciptakan kesadaran masyarakat pantai sebagai alternatif pelestarian keanekaragaman sumberdaya hayati dan pemanfaatan panorama alam berbasis pemberdayaan masyarakat. Selain itu dapat dikembangkan sebagai wilayah ekowisata bahari dan Fish Sanctuary yang berdampak pada sosial masyarakat lokal sehingga teknologi ecoreeftech dapat berlanjut dan berdampak pada keuntungan finansial. Sehingga daerah yang menerapkan konsep dan teknologi ini dapat menjadi trendsetter bagi wilayah pesisir lainnya di Indonesia.  Aspek inovatif dari proyek teknologi ecoreeftech masih baru di dunia dan penelitian lebih lanjut sangat diperlukan sehingga teknologi ini dapat digunakan sebagai kegiatan Reef check terumbu karang untuk tujuan penelitian dan dengan publikasi yang baik dapat diterapkan di seluruh dunia.