Anak Buruh Tani, Kuliah Modal Nekat Bisa Lulus Cumlaude, Pakai Ontel Saat Wisuda

IMG_9163Brawijaya, MALANG DAILY **  Sebagian besar orang tentunya ingin merayakan hari sepesialnya dengan cara yang mewah dan ditemani keluarga tercinta, terlebih pada saat momen wisuda, sebuah momen yang sangat penting dan spesial tentunya, sehingga  hampir semua wisudawan mengajak sanak keluarganya untuk hadir dalam hari bersejarah tersebut, bahkan sebagian besar  dari mereka mungkin menggunakan mobil agar bisa mengajak keluarganya sebanyak mungkin.

Akan tetapi, sebuah pemandangan berbeda terjadi pada saat acara Wisuda di Universitas Brawijaya Malang, pada hari sabtu 12 September 2015 kemarin. Eri Sahabudin yang akrab dipanggil Eri, salah satu wisudawan UB Asal Lombok Barat NTB,  justru datang wisuda hanya menggunakan sebuah sepeda ontel jadul yang biasa  digunakanya kekampus. Bahkan pada momen istimewa tersebut wisudawan ini  tidak ditemanai seorang pun dari keluarganya.

Meski hanya menggunakan ontel jadul tapi lulusan  Ilmu Kelautan FPIK ini  mengaku sangat senang dan bangga bisa jadi sarjana , Seperti yang diungkapkan pada malang daily “ yang lain datang  pake mobil saya  pake ontel tapi saya sangat senang apalagi teman-teman saya datang”.

Saat ditanya mengapa menggunakan ontel pada momen spesial tersebut  ” hanya speda ontel ini kendaraan paling mewah yang saya punya, saya bisa saja pinjem motor sama teman tapi saya ingin speda ontel ini menami saya”  tandansnya.  dia mengaku ontel tersebut sangat bersejarah  “ panas dan hujan, susah dan senang saya selalu bersama onte ini kekampus, bahkan saat penelitian skripsi , saya sering pulang pagi dan menginap  dikampus bersama ontel ini” tandasnya. Begitu bersejarahnya, ontel tersebut diberi plat merah seperti plat dinas dengan nomer DR 3121 SH, dia mengatakan plat itu dibaca Doktor Eri Sahabudin. Karna cita citanya  bisa melanjukan study  sampai jenjang dokter.

ketika di tanya mengenai keluaraganya yang tidak datang,wisudawan ini mengatakan rumahnya jauh, “ saya dari lombok mas, orang tua saya tidak bisa  kesini,  lagi pula teman-teman saya dimalang sudah seperti keluarga” jawabnya. kepada malang daily dia mengaku, dulu datang kemalang hanya beromodalkan nekat  “ dulu datang ke malang juga  saya sendiri, tidak ditemani keluarga, saya tidak tau harus kemana, hanya bermodal nekat  dan keyakinan saya bisa menjadi sarjana, dan hari ini saya membuktikanya dan saya bangga“ tegasnya.  Dia memang berasal dari keluarga yang sederhana bahkan dia mengaku ongkos buat ke malang saat mau daftar ulang dulu,  dikasih  guru-guru nya.

meski terlihat sederhana, akan tetapi wisudawan ini  termasuk mahasiswa berprestasi, mendapat gelar sarjana kelautan (S.kel) dengan IPK 3.70 dan Cumlaude atau lulus dengan pujian. Bahkan dia termasuk wisudawan yang duduknya dideretan kursi depan saat wisuda. Dia juga mengaku pernah lolos pendanaan Program keratifitas mahasiswwa (PKM) dikti sebanyak dua kali pada tahun 2012 dan 2014,  pernah juga  lolos pendanaan program  wirausaha  mahasiswa (PMW) tahun 2014, selain itu dia merupakan salah satu penerima beasiswa bidik misi.   Meski berprestasi dibidang akademik  selama menjadi mahasiswa dia termasuk orang yang aktif berorganisai, hal ini terlihat dari baner ucapan selamat dari organisasi yang diikutinya seperti HMI dan Orda Lombok barat. Kepada malang daily dia mengatakan pernah menjadi DPM FPIK UB periode 2013/2014, pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dua periode, pengurus organisasi daerah Lombok barat di malang, dan masih banyak yang lain.

One thought on “Anak Buruh Tani, Kuliah Modal Nekat Bisa Lulus Cumlaude, Pakai Ontel Saat Wisuda

Comments are closed.