IKIP Budi Utomo Malang Dibekukan DIKTI, Mahasiswa Was-Was Ijazah Tidak Keluar

DIES NATALIS - Sebuah acara IKIP Budi Utomo Malang. (Foto: Pemkot Malang)
DIES NATALIS – Sebuah acara IKIP Budi Utomo Malang. (Foto: Pemkot Malang)

Klojen, MALANG DAILY ** Merespons isu pembekuan kegiatan empat kampus di Jawa Timur, termasuk IKIP Budi Utomo Malang (IBUM), beberapa alumni merasa was-was ijazahnya tidak bisa keluar.

“Ijazahku masih dalam proses ini. Masa dinonaktifkan? Tambah ruwet aja,” ujar Maryatiningsih, seorang alumnus IBUM yang baru saja lulus kepada Malang Daily, beberapa waktu lalu.

Hal lebih menyedihkan dirasakan mahasiswa yang masih menempuh pendidikan di IBUM. Sebagian mahasiswa masih belum percaya, apakah benar IBUM akan dinonaktifkan.

“Jangan sampailah dinonaktifkan. Bagaimana nanti nasib kami?” tutur seorang mahasiswi IBUM.

Seperti diketahui, Jumat (11/9/2015), Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Muhammad Nasir, mengatakan, telah membekukan kegiatan empat kampus di Jawa Timur, termasuk IKIP Budi Utomo Malang.

Menurut Nasir, pembekuan empat perguruan tinggi semata-mata agar kampus yang bersangkutan mau mengubah sistem kerjanya agar tidak lagi menyalahi prosedur penyelenggaraan perguruan tinggi.

Pembekuan kegiatan empat perguruan tinggi di Jawa Timur telah dilakukan sejak 10 September 2015. Empat PT yang dibekukan adalah Universitas Nusantara PGRI Kediri, Universitas Ronggolawe Tuban, IKIP PGRI Jember, dan IKIP Budi Utomo Malang.

Pembekuan keempat PT setelah dinilai ada kejanggalan soal penerbitan ijazah di empat kampus tersebut.

Dalam pengawasan terhadap PT, Kemenristekdikti membentuk satuan tugas (Satgas) terdiri dari institusi kejaksaan, kepolisian, Kemenpan RB, dan Ristekdikti. Upaya tersebut sebagai komitmen memberantas PT yang tidak berkualitas serta meningkatkan peringkat PT di Indonesia yang pada tahun lalu berada di urutan 61 dunia menjadi peringkat 60 dunia.