Para Pemburu Buku Bacaan Murah

Dua Mahasiswi salah satu STIKES di Kota Malang yang sedang membeli buku di Pasar Buku Wilis.
Dua Mahasiswi salah satu STIKES di Kota Malang yang sedang membeli buku di Pasar Buku Wilis.

MALANG, MALANG DAILY **  Mendengar Kota Malang. Orang akan langsung berfikiran kota ini adalah markasnya Club sepakbola Arema Cronous dan  buah Apel. Namun lebih dari itu, Malang juga menjadi salah satu kota pendidikan terbesar di Indonesia.

Hal ini pantas disandang oleh Malang dikarenakan banyaknya kampus-kampus, Sekolah Tinggi maupun akademi yang totalnya kurang lebih mencapai 53 instansi. Salah satunya Brawijaya, UIN Maliki, Muhamadiyah Malang, Universitas Negeri Malang dan Politeknik Negeri Malang.

Bicara pendidikan tentunya takan lepas dari namanya buku bacaan. Banyaknya mahasiswa di Malang membuat bisnis buku-buku bacaan, majalah dan koran selaras dengan pangsa pasar.

Lokasi penjualan buku yang sering menjadi rujukan oleh warga Malang utamanya mahasiswa adalah pasar buku Wilis. Pasar buku yang berada di jalan simpang wilis dengan panjang tak kurang dari 100 meter ini terkenal murah dan banyak menyediakan buku-buku penunjang mata kukiah.

“Kalau beli buku di Pasar Wilis selain murah, kita juga dapat banyak buku. Beda memang, kalau beli di toko-toko lain harganya terlampau mahal.” (ed) -ujar Rambu, mahasiswi Stikes Widyagama Kota Malang asal NTT. (21/03/2016)

Alasan murahnya buku-buku yang dijual di Pasar Buku Wilis inilah yang menjadi incaran banyak bookworm. “Selain murah, yang penting kita dapat bukunya. Terlepas buku tersebut bajakan itu urusan belakang.” (ed). -ujar Wulan, mahasiswi asal Kalimantan¬† angkatan 2012 yang sekampus dengan Rambu saat di wawancara MalangDaily.

Buku menjadi gairah tersendiri bagi penikmatnya. Tak ayal jika kualitas pendidikan pada suatu kota atau kampus salah satunya dilihat dengan banyaknya fasilitas peminjaman buku macam perpustakaan dan banyaknya toko buku.