Galakkan ‘Go Green’, Kota Malang Dapatkan Sertifikasi Udara Bersih dari Clean Air Asia

Alun-Alun Tugu Kota Malang sebagai ruang terbuka hijau. (Foto: Universitas Brawijaya)
Alun-Alun Tugu Kota Malang sebagai ruang terbuka hijau. (Foto: Universitas Brawijaya)

Lowokwaru, MALANG DAILY ** Menurut data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Malang, pada 2015, penduduk Kota Malang mencapai 881.794 jiwa. Pada akhir April 2016, jumlah penduduk meningkat sebanyak 887.443 jiwa. Pertambahan penduduk sekitar 1,58 persen banyak disebabkan adanya pendatang baru.

Dengan jumlah penduduk yang terus meningkat, lantas bagaimana dengan jaminan kebersihan udara di Kota Malang?

Siapa sangka, lima kota di Asia, satu di antaranya Kota Malang, terpilih dan ditunjuk menjadi area pilot (the pilot areas) sekaligus mendapatkan sertifikasi udara bersih. Penghargaan itu diberikan oleh sebuah lembaga non-pemerintahan, atau NGO (non-governmental organization), The Clean Cities Air Partnership Program (CCAP), yang diinisiasi Clean Air Asia.

“Kota Malang terpilih bersama lima kota lainnya. Penghargaan diinisiasi oleh Clean Air Asia,” kata Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Malang, Agus Edy Putranto, Jumat (7/10/2016), dirilis Humas Pemerintah Kota Malang.

Empat kota lain yang terpilih, sambung mantan Kepala Satpol PP Kota Malang tersebut, adalah Kota Baguio, Kota Iloilo, dan State Rosa in Laguna di Filipina, serta Kota Kathmandu di Nepal. Penghargaan diberikan kepada Wali Kota Malang pada 12 Oktober 2016 saat Eksekutif Direktur Clean Air Asia berkunjung ke Kota Malang.

Sementara itu, Wali Kota Malang, Moch. Anton merasa bangga dengan raihan prestasi Kota Malang. Ia mengungkapkan, kebanggaan ini adalah kebanggaan seluruh warga, karena dunia internasional memperhatikan Kota Malang.

Wali Kota menandaskan, penghargaan juga buah dari komitmen bersama untuk terus mengasrikan dan mempercantik wajah  taman kota dengan menggalakkan penghijauan, termasuk mengharuskan mahasiswa baru untuk menyumbangkan bibit tanaman, menciptakan kampung-kampung yang asri dan bersinar seperti Glintung Go Green, membudayakan sekolah-sekolah hijau (Go Green School), serta ragam gerakan hijau dan bersih (green and clean) lainnya.

Satu Miliar Pohon

Akhir 2014, Wali Kota Malang secara simbolis memimpin penanaman 14.500 pohon di SMA Negeri 10 Malang. Gerakan Menanam Satu Miliar Pohon merupakan bukti konkret peduli lingkungan dan mencegah terjadinya global warming (pemanasan global), agar Kota Malang semakin hijau dan sejuk seperti dulu.

“Dengan penghijauan akan banyak membawa manfaat bagi manusia, sebab dengan menanam satu pohon berarti telah membuat pabrik oksigen. Jika satu miliar pohon ditanam berarti ada satu miliar pabrik oksigen,” jelas Anton ketika itu.

Pohon dapat menyerap dan menampung air hujan yang turun. Dengan adanya pepohonan, bisa menghindarkan manusia dari berbagai bahaya lingkungan, seperti banjir. Pohon, baik itu itu buah, daun, maupun kayunya, dapat mengangkat perekonomian, sehingga harus dilestarikan.

Dalam Gerakan Menanam Pohon, ada sekitar 15 macam tanaman yang ditanam, Di antaranya nangka, belimbing, mangga, durian, sengon, glodokan, trembesi, sirsak, dan sawo kecik.