12 Puskesmas Tunggu Akreditasi

Sekretaris Daerah Didik Budi Muljono didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, dr. Abdurrahman, M. Kes membuka acara Meeting H-1 Survey Akreditasi Puskesmas Kabupaten Malang di Hotel Aria Gajayana Malang. (Sumber: Pemkab Malang)

Malang, MALANGDAILY.COM ** Dari 39 puskesmas yang ada di Kabupaten Malang, 15 diantaranya sudah terakreditasi. Sementara tahun ini pemkab menyiapkan 12 puskesman lainnya untuk diakreditasi. Akreditasi tersebut didorong untuk meningkatkan kualitas pelayanan di bidang kesehatan.

“Di Kabupaten Malang ini kita mempunyai 39 puskesmas dimana Tahun 2016, 15 puskesmas sudah terakreditasi. Tahun ini kita mengajukan 12 puskesmas untuk mengikuti survei akreditasi sebagai usaha peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat,” ungkap kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Abdurrahman pada acara pembukaan Meeting H-1 Survey Akreditasi Puskesmas Kabupaten Malang di Hotel Aria Gajayana Malang pada Minggu (03/09/2017) malam.

Untuk tahap awal, Senin (04/09/2017) tim survey menilai dua tempat yakni Puskesmas Tajinan dan Puskesmas Sumbermanjing Wetan. Diharapkan dengan penilaian ini menghasilkan target paripurna dan mampu memberikan data-data yang sesuai di lapangan sehingga hasilnya benar-benar real dan tidak mengada-ada.

“Dengan mempunyai jiwa yang optimis dari seluruh pihak, saya harap Kabupaten Malang kembali mencapai target paripurna karena akreditasi ini merupakan sebuah kewajiban yang harus digapai dan komitmen pemerintah daerah sebagai standarisasi guna meningkatkan pelayanan terhadap kepuasan masyarakat yang saat ini sudah mencapai 73 %”, terang Abdurrahman seperti dikutip dari laman resmi Pemkab Malang.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Didik Budi Muljono selaku pembuka acara Meeting H-1 juga berharap dengan adanya tim penilai ini dapat memberikan dampak positif sehingga pelayanan publik dapat lebih bermutu, aman, adil, akuntabel, dan transparan.

Selain itu dengan adanya akreditasi juga diharapkan mampu meningkatkan kinerja tim medis di puskesmas termasuk meminimalisir angka keluhan dan meningkatkan indeks kepuasan terhadap pelayanan kesehatan demi mewujudkan masyarakat yang sehat dan produktif.

“Saya mohon khususnya kepada Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Puskesmas untuk lebih memperhatikan masalah kesehatan masyarakat di daerah terpencil mengingat jarak pustu (puskesmas pembantu) sangat jauh antara pustu lainnya,” ungkap Sekda.

Pembangunan kesehatan sendiri merupakan salah satu aspek dasar kebutuhan hidup masyarakat. Guna mewujudkan salah satu kebutuhan dasar tersebut, puskesmas memegang peran penting. Sebagai fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat dan sebagai pelayan tingkat pertama. Dalam upaya menjaga kesehatan perorangan maupun masyarakat luas.