Ternak Mati Mendadak, Warga Diimbau Waspada

Ilustrasi. Sejumlah hewan ternak di beberapa daerah di Kota Malang mati secara misterius. (Sumber: Media centre Pemkot Malang)

Malang, MALANGDAILY.COM ** Sejumlah hewan ternak di beberapa daerah di Kota Malang mati secara misterius. Menyikapi hal itu Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Malang melakukan pengecekan ke lapangan. Warga pemilik ternak diimbau waspada terkait kejadian itu.

Diketahui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Malang telah menerima laporan kejadian hewan yang mati mendadak dalam beberapa hari terakhir itu. Dilansir laman Pemkot Malang, salah satu warga pemilik ternak, Sunari, mengaku dombanya mati secara misterius.

Warga perumahan Puri Dewata Jl. Akordion Utara No. 09 RT 12/RW 01, Kelurahan Tunggulwulung, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang tersebut menyatakan pada Jumat (15/9/2017) pukul 02.00 WIB dini hari kondisi domba masih ada di kandang dalam kondisi hidup. Saat itu pemilik domba juga tidak mendengar suara yang mencurigakan.

Namun pada pukul 05.30 WIB, domba yang dimaksud sudah dalam keadaan mati. “Tiga ekor domba saya mati, dan dua ekor lagi mengalami luka trauma pada paha dan lehernya,” kata Sunari seperti dikutip situs tersebut.

Warga lainnya adalah Kristianto, yang beralamat di Jl. Bandara Juanda II CC 7, Kelurahan Cemorokandang, Kecamatan Kedungkandang. Dia juga mengalami kejadian serupa. Empat ekor kelincinya mati dengan luka bekas gigitan pada bagian leher.

Menindaklanjuti laporan itu, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Malang telah berkoordinasi langsung dengan pemerintah kelurahan setempat. Dinas juga telah melakukan kunjungan ke lokasi untuk memeriksa fisik hewan dan melakukan pengobatan pada hewan ternak yang terluka. Warga pun diimbau untuk segera menguburkan hewan yang mati.

“Untuk mengetahui tipe gigitan yang terjadi, maka sesuai saran Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, kami akan menunggu hasil laboratorium Balai Veterine Wates Yogyakarta karena kasus penggigitan ternak sama dengan yang terjadi di Karangploso Kabupaten Malang,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Malang, Sri Winarni, seperti dikutip situs tersebut, Selasa (19/9).

Pihaknya juga melakukan tindakan pencegahan dengan melaksanakan sosialisasi pada peternak di sekitar lokasi kejadian. Dia mengimbau kepada warga untuk waspada, meningkatkan keamanan untuk hewan ternaknya serta mengobati ternaknya yang sakit.

Diagnosa sementara dari peristiwa matinya hewan ternak secara misterius itu adalah akibat luka trauma pada leher dan paha akibat gigitan binatang liar.

“Kita akan terus melakukan pemantauan terhadap permasalahan ini, dan kami harap semua pihak juga turut serta,” kata dia.