Teknologi Dry Ice : Kerjasama Pemerintah Kabupaten Malang dan Universitas Ma Chung Malang Hasilkan Buah Kesemek Unggul Tanpa Berkapur

KUNJUNGAN : Plt. Bupati Malang, Drs. H.M. Sanusi, MM saat memberika arahan kepada para petani dan warga Desa Tamansatriyan

Singosari, MALANGDAILY.COM** Dalam upaya pengembangan budidaya dan pengolahan buah kesemek lokal, Plt. Bupati Malang, Drs. H.M. Sanusi, MM melakukan Kunjungan Kerja ke lahan Kesemek dan Proses Pengolahannya di Desa Taman Satriyan, Kecamatan Tirtoyudo, Rabu (26/6) siang.

Dalam kegiatan ini hadir pula Rektor Universitas Ma Chung, Dr. Chatief Kunjaya, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan, Dr. Ir. Budiar, M.Si, sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang, Muspika Kecamatan Tirtoyudo dan Ampelgading, para kepala desa di dua kecamatan tersebut, Kepala Sekolah se-Kec. Tirtoyudo, Gapoktan Desa Tamansatriyan, Toga, Tomas, Toda Desa Tamansatriyan dan Tamu undangan.

Tidak hanya kunjungan, kegiatan ini sekaligus sebagai rangkaian kegiatan penandatanganan kerjasama MoU antara Pemerintah Kabupaten Malang dengan Universitas Ma Chung Malang dalam upaya meningkatkan Ekonomi Warga Desa Tamansatriyan Kec. Tirtoyudo di sektor pengelolaan hasil Pertanian di wilayahnya terutama pengembangan dan pengolahan komoditas buah kesemek.

Rektor Universitas Ma Chung Sdr. Dr. Chatief Kunjaya menyampaikan bahwa

”Kerja sama yang akan digelar oleh pihak Pemerintah Kabupaten Malang bersama Universitas Ma Chung dalam rangka Untuk membudidayakan Buah kesemek yang ada di wilayah Desa Tamansatriyan Kec. Tirtoyudo untuk diolah oleh pihak Universitas Ma Chung sebagai bahan pembuat sabun mandi kering dan cair, kripik buah kesemek kering, selay buah kesemek dan lainnya, guna mendongkrak dan meningkatkan perekonomian warga di desa Tamansatriyan ini, tandasnya. Dirilis oleh Humas Kodim 0818.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengganti teknik pengeraman untuk menghilangkan getah kesemek yang biasanya kesemek dilumuri dengan kapur, diganti dengan teknologi Dry Ice. Jika dilumuri kapur hasil akhir kesemeknya akan mempunyai serbuk putih seperti bedak sehingga nampak kotor dan tidak bisa diterima di pasar modern atau super market. Namun dengan teknologi Dry Ice, buah yang dihasilkan sama seperti ketika dipetik tidak ada serbuk bedak putih yang selama ini kita temui.

”Teknologi ini dapat diterapkan di lapangan, sehingga hasil maksimal akan dicapai. Tidak terbatas pada teknologi dry ice saja, saya berharap agar pengembangan teknologi senantiasa dilakukan berkelanjutan, dan ada kemungkinan dengan alternatif teknologi lainnya dapat memberikan kontribusi pada pengembangan komoditas kesemek di Kabupaten Malang. Jadi, pengelolaan hasil panen dari tanaman kesemek yang sudah menggunakan teknologi dry ice ini menjadikan buah kesemek ini dagingnya matang dan manis, serta menghilangkan kadar getah. Kulit dari buah kesemek lebih segar menyerupai buah apel. Selain itu, harga buah jadi ikut naik dibanding hasil olahan tradisional dengan direndam air kapur yang menjadikan kulit buah itu putih berkapur,”. Ujar Rektor Universitas Ma Chung, Dr. Chatief Kunjaya yang dirilis Humas Pemerintah Kabupaten Malang.

Oleh karena dukungan dari unsur akademisi yang memiliki bidang keilmuan dan teknologi yang dibutuhkan tersebut, para petani dan masyarakat pengolah buah kesemek mempunyai harapan positif akan semakin baiknya hasil pengolahan buah kesemek.

Ditempat terpisah Danramil 0818/ 30 Tirtoyudo Kapten Chb Bambang Widodo menyampaikan bahwa

”Kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Malang dan pihak Universitas Ma Chung merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten. Malang melalui Pemdes Tamansatriyan Tirtoyudo untuk mengembangkan Produk buah Kesemek untuk menjadi bahan olahan lainnya seperti Kripik Kesemek, Selay Kesemek dan lainnya serta menjadi olahan Sabun Kering dan Cair buah kesemek yang akan menjadi sesuatu yang baru sehingga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian warga Desa Tamansatriyan agar menjadi lebih baik lagi dan sejahtera, ” pungkasnya dirilis Humas Kodim 8081.

 

Potensi Kesemek Lokal

Pada acara kunjungan kerja ke lahan buah kesemek tersebut, Pak Sanusi selaku Plt. Bupati Malang membeberkan jika Kabupaten Malang merupakan kawasan dengan potensi pertanian yang sangat besar. Hal tersebut dapat dilihat dari pertumbuhan dari tahun ke tahun. Kontribusi sektor pertanian terhadap pembangunan dan perekonomian daerah secara keseluruhan terus meningkat.

Agar pertumbuhan yang baik tersebut dapat memberikan nilai lebih bagi masyarakat, Pak Sanusi berharap hal ini harus dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. Terutama di kawasan wilayah Kecamatan Tirtoyudo dan Kecamatan Ampelgading yang cocok untuk ditanami pohon kesemek dengan luas 451 hektar.

”Salah satu produk unggulan dari Desa Tamansatriyan Tirtoyudo ini adalah Buah Kesemek yang sudah terkenal di wilayah Kab. Malang dan sekitarnya yang memiliki rasa manis, legit dan berserat serta memiliki kandungan vitamin yang cukup tinggi, namun perlu adanya kreasi dan inovasi yang perlu di kembangkan bagi Petani Kesemek di desa ini agar dapat meningkatkan perekonomian warga supaya menjadi lebih baik dan sejahtera,” terang Plt Bupati Malang dirilis Humas Kodim 8081.

Selain kesemeknya yang sudah terkenal dan dapat menghasilkan ratusan hingga ribuan ton tiap musimnya, keunggulan kesemek dari Tamansatriyan adalah tidak menggunakan pupuk buatan dan tidak menggunakan pestisida.

”Luar biasa hasil budidaya buah Kesemek di Desa Tamansatriyan mencapai hampir 1000 ton per tahunnya. Potensi lainnya yang mengikuti pengembangan komoditas kesemek, diantaranya adalah dapat dijadikan salah satu destinasi wisata berbasis komoditas Agrowisata, yang diperkuat dengan pengembangan UKM pengolahan buah kesemek. Kombinasi seperti inilah, yang akan sangat bernilai bagi upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, mengajak kepada masyarakat dan seluruh stakeholder, untuk terus berperan aktif guna mendukung upaya pengembangan komoditas kesemek,” paparnya meyakinkan sembari berlanjut dengan sesi tanya jawab bersama para warga dan petani setempat seperti dirilis Humas Pemerintah Kabupaten Malang.

Dengan adanya kerjasama dengan Universitas Machung dan penerapan teknologi Dry Ice-nya, yang tadinya kesemek di tolak masuk supermarket karena mempunyai serbuk putih seperti bedak sehingga dinilai kotor, kini bisa diterima di salah satu supermarket di Malang dan dijual dengan harga Rp. 15.000,- per kg.

Banyak orang yang sering ke supermarket tidak tahu kesemek namun setelah mencoba mereka mengatakan enak dan manis. Jadi sesungguhnya potensi yang dimiliki kesemek besar untuk menyaingi buah impor asalkan kualitas buahnya terus ditingkatkan.

Selain itu, dalam kesemek terkandung vitamin A, C, dan E serta polifenol sehingga mempunyai dampak positif bagi kesehatan. Diantaranya menjaga kesehatan jantung, meningkatkan sistem imun tubuh, melancarkan sirkulasi darah, bahkan anti-tumor