Inovasi Sukses Mahasiswa UM : LALA & LILO Permudah Anak Prasekolah Belajar Bahasa Inggris

Buku LALA & LILO (Foto : komunikasi.um.ac.id)

Singosari, MALANGDAILY.COM ** Baru-baru ini, Universitas Negeri Malang (UM) mendapatkan sebuah prestasi bergengsi yang diraih oleh lima orang mahasiswanya karena lolos dalam Indonesian Invention Innovation Promotion Association (INNOPA) sehingga mewakil Indonesia pada kompetisi 4 Istanbul Internationl Infention Fairs ISIF 2019.

Mereka adalah Alif Hanifatur Rosyidah (Mahasiswa Sastra Inggris UM), Hafisah Islami Rahmadina (Mahasiswa Ekonomi UM), Indra Nurdien Hakim (Mahasiswa Teknik Elektro UM), Nilna Almudnaa Brilianrahma Hermanto  (Mahasiswa Desain Komunikasi Visual UM), Rifki Fajar Fitrianto (Mahasiswa Teknik Elektro UM). Kelima mahasiswa tersebut dibimbing oleh Hasti Rahmaningtyas SPd.MA.

“LALA and LILO juga menjadi salah satu karya yang lolos Indonesian Invention Innovation Promotion Association (INNOPA) sehingga mewakil Indonesia pada kompetisi 4 Istambul Internationl Infention Fairs ISIF 2019,” jelas Nilna, panggilan akrab Hafisah Islami Rahmadina seperti dirilis malangkota.go.id.

LALA & LILO merupakan Buku Bercerita Bahasa Inggris Berbunyi dengan menggunakan aplikasi android yang dihubungkan menggunakan barcode scanner. Dalam aplikasi android itu juga terdapat 10 tombol yang berisi suara tiap halaman yang akan memudahkan penggunaannya.

Saat ini buku tersebut masih dibuat khusus untuk anak prasekolah. Menurut tim LALA & LILO, dengan media pembelajaran seperti itu anak-anak usia dini yang belum mengenal baca tulis bisa lebih mudah belajar. Pasalnya saat buku dibuka dan aplikasi berbasis android dijalankan, maka anak-anak dapat belajar dengan menyenangkan.

“Aplikasi android itu bisa terhubung dengan buku menggunakan barcode scaner,” kata Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Negeri Malang itu. Seperti dirilis berkarya.um.ac.id.

Permasalahan, Ide, dan Solusi

Sejumlah mahasiswa UM tersebut pada awalnya berkeinginan agar bisa membantu anak-anak agar lebih mudah belajar bahasa Inggris sejak dini. Indra Nurdien Hakim, salah satu anggota kelompok menjelaskan bahwa LALA & LILO merupakan media pembelajaran berbahasa Inggris untuk anak usia prasekolah yang tercipta dari permasalahan umum di Indonesia yaitu rata-rata kemampuan bahasa Inggris anak Indonesia yang masih rendah, sebesar 52,85% menurut survey EF EPI 2018. Padahal bahasa Inggris telah diajarkan sejak jenjang SD hingga SMA.

“Kami menciptakan produk ini tidak hanya lewat sebuah inovasi, namun juga karena ada sebuah permasalahan yang ingin dituntaskan sehingga dapat bermanfaat dan diterima masyarakat,” jelas Indra.

Dalam rilisan Bidang Informasi Publik malangkota.go.id anggota lain Alif Hanifatur Rosyidah pun menyampaikan jika LALA & LILO yang dibuat bersama empat orang timnya itu telah diuji coba di TK Area Malang. Hasilnya pun lebih efektif untuk anak prasekolah.

“Terciptanya produk ini setelah kami melakukan studi lapangan di salah satu TK di Jatim, dimana anak-anak kesulitan belajar Bahasa Inggris. Dari masalah itu kami akhirnya berkolaborasi menciptakan LALA and LILO,” jelas Alif.

LALA AND LILO bukan buku bercerita berbahasa Inggris berbunyi pertama kalinya yang diciptakan. Menurut Indra, salah satu anggota kelompok Indra, sebelumnya telah ada produk serupa akan tetapi tidak berfokus kepada anak usia prasekolah.

“Berdasarkan survey pasar yang telah kami lakukan, buku cerita berbunyi serupa tidak mengeluarkan suara narasi, tetapi lebih ke suara alam seperti suara angin, suara binatang, dll. sehingga yang membedakan kami dengan produk serupa adalah audio kami yang berbunyi narasi sesuai dengan teks, untuk mempermudah anak belajar bahasa Inggris.” sambung anggota tim PKM Kewirausahaan ini.

Kelemahan-kelemahan pada produk sejenis itulah yang dijadikan oleh mahasiswa bimbingan Hasti Rahmaningtyas, S.Pd. M.A. untuk dimanfaatkan sebagai kelebihan dan akan diperkenalkan ke TK di seluruh Indonesia.

Harapan LALA & LILO

Saat ini, inovasi tersebut menurutnya memang dibuat khusus untuk media pembelajaran anak prasekolah. Namun menurutnya, media pembelajaran tersebut masih dapat dikembangkan untuk media pembelajaran tingkatan yang lebih bervariasi.

Berdasarkan kajian yang cukup medalam, maka LALA and LILO akan diproduksi masal dan kemudian akan diperkenalkan kepada orangtua dan guru TK sebagai inovasi media pembelajaran baru yang memiliki tingkat efektivitas dan efisiensi lebih baik.

Kedepannya, media pembelajaran ini akan terus dikembangkan sehingga selain untuk usia prasekolah, juga bisa digunakan sebagai media belajar untuk orang dewasa.

“Ke depan, tidak menutup kemungkikan bahwa produk ini nantinya akan melebarkan sayap merangkap media pembelajaran di sektor tingkatan lainnya,” harap Indra.