Walikota Malang Ajak Mahasiswa Baru Fakultas Syariah UIN untuk Menjadi Penegak Hukum

Walikota Malang, Sutiaji saat mengisi materi di Fakultas Syariah UIN dalam Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Fakultas 2019. (Foto: UIN Malang)

Malang- Walikota Malang, Sutiaji beberapa waktu lalu menyapa mahasiswa baru UIN Malang. Ia hadir dalam Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Fakultas 2019.

Menjadi pemateri dalam kegiatan tahunan itu, Walikota Malang mengisi materi untuk mahasiswa Fakultas Syariah Kamis (15/8). Bertempat di Aula Gedung C lt. 3 tersebut, Sutiaji mengulas tentang kebangsaan di hadapan anggota baru UIN Malang.

Sebagai maba fakultas yang berhubungan dengan hukum, Sutiaji berharap agar mereka kelak menjadi penegak hukum di Indonesia. Ia yakin, lulusan Fakultas Syariah UIN Malang akan berbeda dengan lulusan kampus lain. Dengan meresapi nilai-nilai ketuhanan, tentunya lulusan UIN Malang akan lebih amanah dan adil dalam memutuskan perkara hukum.

“Amanah dan adil ialah sifat yang saya yakin dimiliki oleh lulusan Fakultas Syariah,” harapnya.

Hal ini ditegaskan oleh pria kelahiran Lamongan tersebut setelah melihat fenomena carut-marutnya hukum di Indonesia. Menurutnya, hukum sepatutnya tidak berpihak hanya pada orang berharta dan memiliki kekuatan.

“Hukum ada untuk mengungkap kebenaran,” jelasnya.

Ia pun memaparkan, lulusan UIN Malang seharusnya tak hanya menjadi orang yang di belakang. Namun menjadi seorang pemimpin yang terdepan. Pemimpin jebolan kampus berlogo ulul albab tentu akan sangat berbeda dengan orang lain.

Ia yakin, lulusan UIN Malang khususnya Fakultas Syariah akan lebih bermoral. Bapak empat anak ini menjabarkan tiga unsur yang harus dimiliki seorang pemimpin. Yakni kompetensi, integritas, dan moral.

“Pemimpin yang memiliki tiga unsur tersebut akan menjadi uswatun hasanah bagi masyarakatnya,” tutur alumni IAIN Malang Fakultas Tarbiyah tersebut.