Bupati Malang Hadiri Acara Festival Lampion Singosari

Festival Lampion Singosari yang ketiga tahun 2019 ini, telah berlangsung selama seminggu, terhitung mulai Senin (11/11) hingga Minggu (17/11) malam. (Foto: Pemkab Malang)

Malang- Bupati Malang, HM Sanusi menghadiri acara Festival Lampion Singosari 2019. Acara ini berlangsung di pusatkan di Lapangan Tumapel, Singosari.

Festival Lampion Singosari merupakan acara yang ketiga tahun 2019 ini. Acara dimulai dari Senin (11/11) hingga Minggu (17/11) malam.

Dalam Sambutannya, Bupati memberikan apresiasi pada pelaksanaan Singosari Lampion Festival yang telah memasuki pelaksanaan di tahun ketiga. Dengan harapan kegiatan unik semacam ini dapat dilaksanakan secara rutin, dan mampu dikemas menjadi salah satu obyek menarik yang memiliki nilai jual bagi para wisatawan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Malang, saya menyambut baik kegiatan ini, kedepan jika pelaksanaan ini terus dikembangkan. Festival lampion ini bisa menjadi destinasi wisata di Kecamatan Singosari, dan kegiatan ini bisa menggerakkan perekonomian di masyarakat. Khususnya di wilayah Singosari,” ucapnya.

Sanusi, menjelaskan, pembangunan di Kabupaten Malang secara jelas telah ditentukan dengan mengedepankan tiga strategi utama, dimana salah satunya menempatkan bidang pariwisata sebagai fokus pembangunan.

Dalam pembangunan bidang pariwisata sendiri, ada berbagai hal yang turut menjadi perhatian, karena pada dasarnya pariwisata modern sudah begitu berkembang. Tidak hanya berbicara tentang obyek wisata alam atau obyek wisata buatan yang pada era sebelumnya menjadi kunci kesuksesan pembangunan bidang pariwisata.

“Seiring berjalannya waktu, pola pariwisata saat ini juga mengedepankan event pariwisata serta fasilitas dan infrastruktur pariwisata sebagai bagian penting dalam menarik minat wisatawan untuk berkunjung. Terkait fasilitas dan infrastruktur, tugas utama ada di tangan pemerintah, dengan tetap melibatkan peran semua pihak untuk mempercepat pencapaiannya. Sedangkan, untuk event pariwisata tentu lebih terbuka lagi, karena siapapun dapat menjadi inisiatornya, ” katanya.

Terakhir, ia menyampaikan secara khusus tentang pelaksanaan Singosari Lampion Festival ini. Pemerintah Kabupaten Malang akan sangat mendukung dan merespon positif manakala di setiap wilayah di Kabupaten Malang mampu menyelenggarakan kegiatan yang juga memiliki daya jual di bidang pariwisata. Kepada penyelenggara, peserta dan semua pihak yang terlibat pada even ini, agar dapat mengemas kegiatan ini semakin menarik dan inovatif dari tahun ke tahun.

“Lampion Festival di Kecamatan Singosari ini, adalah satu-satunya yang secara rutin diselenggarakan di Kabupaten Malang. Dengan konsep yang memadukan budaya, dan keterlibatan semua komponen, utamanya dari kalangan usia muda. Saya berharap kegiatan ini dapat menjadi obyek wisata berbasis event yang semakin menarik. Saya juga berharap agar kegiatan semacam ini dapat direplikasi dengan model yang berbeda, atau dengan kata lain mampu menampilkan kearifan lokal di masing-masing kecamatan di Kabupaten Malang,” pungkasnya.

Kegiatan Festival Lampion Singosari

Kegiatan Festival Lampion Singosari ini menjadi destinasi wisata yang baru dan menjadi ikon bagi Kecamatan Singosari. Acara ini diadakan dalam rangka menyemarakkan hari jadi Kabupaten Malang, mengambil tema, ‘ Singosari Bangkit’. Diikuti 24 peserta, dari seluruh desa dan UPT yang ada di Kecamatan Singosari.

Keunikan pawai lampion ini hanya diizinkan menggunakan kendaraan non mesin (gerobak, becak dan sejenisnya) atau dipikul. Dilarang menggunakan sound sistem, musik atau bunyi bunyian, yang diizinkan adalah segala jenis perkusi atau alat musik tradisional yang tidak menggunakan listrik. Dilarang membawa sajam, senpi, miras, narkoba, kembang api, petasan dan flare. Diwajibkan membawa kantong sampah guna menjaga kebersihan rute.

Senyampang dengan KEK (Kawasan Ekonomi Khusus), di mana Singosari, berdasarkan PP 68/2019, telah ditetapkan oleh Presiden RI sebagai Kawasan Ekonomi Khusus yang di dalamnya ada dua zona, yaitu pariwisata serta zona teknologi dan digital. Pada festival lampion ini juga diadakan bazar dengan memberikan kesempatan kepada para pedagang, UMKM, untuk membantu meramaikan acara ini, menumbuhkan ekonomi, dan berdampak terhadap pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup Ekonomi Khusus yang di dalamnya ada dua zona, yaitu pariwisata serta zona teknologi dan digital.