Pengembangan Modangan : Bupati Berembug Cari Konsep, Masukan dan Ide

REMBUGAN : Kunjungan wisata Bupati dan beberapa unsur kalangan ke Pantai Modangan (Foto: Humas Kabupaten Malang)

Singosari, MALANGDAILY.COM ** “Modangan ini merupakan satu-satunya yang ada di Indonesia, tempat paralayang yang mendaratnya di pantai, dan juga satu-satunya yang bisa di gunakan di malam hari atau yang biasa di sebut paralayang moon. Maka dari itu, jika semua pihak ikut berpartisipasi maka bukan tidak mungkin tempat ini menjadi destinasi yang berskala nasional, bahkan internasional,” ucap Pak Sanusi mengawali sambutannya ketika melakukan kunjungan wisata ke Pantai Modangan, Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, Minggu (18/8) sore. Dirilis malangkab.go.id.

Kunjungan tersebut bertujuan untuk merencanakan pengembangan pembangunan Pantai Modangan agar kedepannya lebih dikenal lagi di Indonesia, bahkan hingga dunia.

Untuk mewujudkan itu, Pak Sanusi secara khusus melakukan dialog ataupun berembug bersama warga Donomulyo dan juga mengajak beberapa unsur kalangan mulai dari pebisnis, kontraktor, akademisi, investor, hingga media untuk juga diajak berdialog mencari konsep serta masukan ataupun ide.

Diantaranya Wakil Sekjen DPP Real Estate Indonesia (REI) Tri Wedianto, Direktur Jawa Pos Radar Malang, Kurniawan Muhammad, Rektor Universitas Islam Malang (Unisma) Prof. Dr. Masykuri, Wakil Rektor II Unisma H Noor Shodiq, Komandan Satrad 221 Ngliyep Mayor Lek Kurniawan P Yudhono, Founder Malang Tahes Community Yusron serta beberapa Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

“Ada empat point yang harus dijadikan kajian Pemkab Malang sebelum mengenalkan Pantai Modangan ke investor, diantaranya membuat landscape, membenahi sosiologi masyarakat, mengenalkan budaya masyarakatnya, dan mengenalkan kuliner khas yang ada,” pungkas Prof. Dr. Masykuri selaku Rektor Unisma tentang beberapa grand design pengembangan wisata di Kabupaten Malang seperti dirilis malangkab.go.id.

Selain daya tarik pantainya yang indah, di Modangan terdapat perbukitan yang oleh para wisatawan biasanya dijadikan tempat untuk menikmati keindahan pantai dari udara. Disamping itu, dapat juga dijadikan sebagai tempat paralayang dan sudah banyak pula atlet paralayang kelas internasional yang telah mencoba venue.

“Pantai Modangan dan Bukit Waung sudah pernah menjadi penyelenggara kejuaraan paralayang tingkat nasional, dan ini sudah menjadi embrio. Pemkab akan segera merumuskan langkah-langkah, untuk pengembangan Pantai Modangan ini. Harapannya dengan semakin terkenalnya Pantai Modangan dapat berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi pada masyarakat, ” Papar Pak Sanusi dalam malangkab.go.id.

Pantai Modangan

Pantai Modangan merupakan pantai di wilayah Malang Selatan yang terletak berbatasan langsung dengan Kabupaten Blitar. Lokasinya terletak di Dusun Kalitekuk, Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Pantai Modangan merupakan batas alam yang menjadi tempat bermuaranya sungai yang memisahkan Kabupaten Blitar dan Malang. Pantai ini berhimpitan langsung dengan Pantai Jolosutro yang masuk Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar.

Sejarah nama  Pantai Modangan dimulai ketika ratusan orang dari pasukan Pangeran Diponegoro melakukan makan bersama di hutan dekat pantai ini dari kisaran tahun 1850-an. Banyak dari pasukan tersebut bersembunyi diri di sepanjang selatan Pulau Jawa saat perang berakhir. Dari kebiasaan makan bersama inilah pantai ini diberi nama Modangan, berasal dari “madang” yang dalam bahasa Jawa lama berarti makan bersama.

Pantai Modangan memiliki panaroma alam yang indah dengan karakter ombak yang keras, memiliki tebing-tebing karang, memiliki hamparan batu hitam yang indah, berpasir putih dan terdapat kawasan hutan jati bagi pengunjung yang ingin berpetualang. Di sekeliling pantai ini memiliki jenis batuan andesit yang terbentuk dari lelehan lahar gunung berapi yang telah membeku.

Saat ini, warga saling bahu-membahu untuk mengembangan fasilitas yang ada di Pantai Modangan. Mereka membuat homestay di kawasan seluas 1,5 hektar. Pembangunan rute ATV juga mulai nampak. Fasilitas utama yang lain yang telah dibangun adalah tempat ibadah, kamar mandi, serta beberapa unit gazebo.

Di Pantai Modangan juga nampak beberapa spot foto yang telah dibangun oleh warga. Selain itu, warga juga telah menertibkan para pedagang kaki lima yang berjualan agar terlihat elok di pandang mata.

Yang unik dari pengembangan Pantai Modangan ini adalah konsep wisata halal yang akan diterapkan kedepannya. Bagi pasangan yang datang dan ingin bermalam baik di area penginapan ataupun perkemahan, harus menunjukkan bukti telah menikah.